Kamis, 15 Maret 2012

Huruf Braille



Huruf braille adalah huruf atau sejenis tulisan sentuh untuk orang tunanetra (buta). Sistem ini diciptakan oleh seorang Perancis yang bernama Louis Braille yang buta disebabkan kebutaan waktu kecil.Dalam buku Tell Me When – Science and Technology, Louis Braille menciptakan Sistem Braille pada tahun 1829. Sistem ini dikembangkannya untuk memungkinkan para tunanetra sepertinya bisa membaca dan menulis. Sebelumnya, pada tahun 1517, sebuah sistem membaca untuk para tunanetra diciptakan. Huruf Alfabet diukir pada balok kayu agar tunanetra dapat membaca. Sistem ini memang sangat membantu perkembangan membaca para tunanetra di masa itu, tetapi ada kekurangannya yaitu para tunanetra tidak dapat membayangkan bentuk huruf ketika mereka ingin menulis.



Dengan adanya kekurangan ini, Braille mencoba menciptakan sistem yang lebih lengkap. Sistem Braille yang ia ciptakan terdiri dari sejumlah titik. Setiap huruf Alfabet diwakili oleh gabungan titik. Gabungan titik ini ditekankan pada kertas hingga menimbulkan tonjolan. Para tunanetra cukup menggerakkan jarinya pada tonjolan tersebut untuk mengenali setiap huruf dan menyusun kata-kata. Ujung jari sangat sensitif terhadap tekstur, sehingga bentuk  huruf Braille dapat dirasakan para tunanetra. Sebuah proses, sistem dan analisa  yang sederhana pada awalnya, tetapi mampu mengubah perspektif dan persepsi dunia terhadap eksistensi dan kapabilitas tunanetra.
Hingga saat ini, karya Braille ini masih digunakan karena terbukti mampu meningkatkan kemampuan baca-tulis tunanetra. Namun, dalam perkembangannya, huruf Alfabet yang dirancang dalam sistem Braille mengalami perkembangan dari segi pembuatan dan penggunaannya. Banyak huruf Braille diciptakan dari bahan yang tidak mudah lapuk dan tahan lama. Belakangan, bagi para tunanetra juga disediakan Braille dalam huruf-huruf Hijaiyah (Huruf-huruf Arab). Tentu saja tujuannya agar selain mampu mengucapkan surat-surat yang mereka pelajari melalui indera pendengaran, mereka juga dapat belajar membaca dan menulis huruf-huruf Hijaiyah secara mandiri. Perkembangan ilmu pengetahuan dapat dijadikan alat dan lahan syiar, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Yang Maha Sempurna. Sebuah karya Braille yang benar-benar menginspirasi banyak orang untuk menghidupkan kegelapan.


Kesempurnaan memang hanya milik sang Maha Pencipta, namun apapun kekurangan yang kita punya jadikanlah sebagai kelebihan kita. Bersyukurlah!


sumber
http://niahidayati.net/sejarah-dan-manfaat-huruf-braille.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar