Senin, 09 Januari 2012

12 Tips dan Trik Jitu Menabung Uang Anda

Orang selalu mencoba untuk menabung, terutama jika kondisi ekonomi sedang memburuk. Apapun alasan Anda menabung, Anda akan menemukan berbagai tips dan trik yang bisa Anda terapkan. Menabung itu sebenarnya tidak sulit, dan Anda hanya perlu sedikit kreatif untuk mempelajari cara-cara apa saja yang bisa Anda terapkan untuk menabung.

Ada banyak sekali cara yang bisa Anda lakukan untuk menabung. Meski beberapa cara nampaknya hanya bisa membuat Anda menyisihkan sedikit uang, namun ketika Anda terus menerus melakukannya, maka pada akhirnya Anda akan melihat betapa banyak uang yang telah Anda tabung. Perlu Anda ingat, bahwa menabung bukan hanya menyisihkan uang.Menabung adalah sesuatu yang Anda temui dalam kehidupan sehari-hari Anda. Menabung adalah bagaimana cara Anda hidup dan bagaimana Anda memilih berbagai kemungkinan yang ada dalam hidup.

Pernahkah Anda mendengar ungkapan, “Rome wasn’t built in a day” ?

Ya, kota Roma memang tidak selesai dibangun dalam satu hari saja, dan begitu pula rekening bank Anda.

Yakinlah dalam diri Anda bahwa tak ada kata terlambat untuk menabung, berapapun usia Anda saat ini. Aturlah pikiran Anda, dan yakinlah bahwa saat ini juga adalah waktu untuk mulai membangun masa depan.

OK, langsung saja kita menuju tips-tips menabung!

1. Gunakan Kembali

Ketika Anda berbelanja, carilah barang-barang yang bisa Anda gunakan kembali. Contoh sederhananya adalah baterai yang bisa Anda charge ulang, bukan baterai sekali pakai. Harga awalnya memang lebih mahal daripada baterai biasa, namun seiring waktu berjalan pasti Anda akan merasakan manfaatnya.

2. Rencana Keuangan 

Semua orang seharusnya memiliki rencana keuangan. Salah satu cara terbaik untuk bisa menabung adalah dengan mencatat pengeluaran Anda. Pada umumnya, ketika seseorang tidak tahu ke mana saja perginya uang mereka, maka ketika mereka melihat catatan pengeluaran di atas kertas, mereka akan terkejut dan segera mengubah kebiasaan buruk mereka.

3. Senangkan Diri Sendiri

Sisihkan dana untuk kesenangan Anda sendiri, jangan sampai Anda lupa pada diri sendir! Meski budget Anda rendah, Anda tidak boleh lupa untuk memberi diri Anda sendiri kesenangan, seperti misalnya membeli baju baru atau pergi makan makanan favorit Anda di restoran. Jangan biarkan diri Anda terkekang oleh pola pikir kelangkaan. Ingat hukum keberlimpahan, “The Law of Abundance”: dunia ini berlimpah akan kenikmatan Allah, termasuk uang. Anda hanya perlu mengendalikan bagaimana Anda menggunakannya.

Kalau Anda berpikir langka, maka justru itulah yang akan menjadi kenyataan.

4. Asuransi

Carilah perusahaan asuransi yang bagus. Asuransi bisa Anda gunakan untuk mengalihkan risiko keuangan Anda, namun Anda perlu mempertimbangkan apakah Anda memerlukan asuransi atau tidak. Tentang cara-cara memilih perusahaan asuransi, keuntungan dan kerugian asuransi, serta untuk menentukan apakah Anda memerlukannya atau tidak, dalam eBook Keuangan Pribadi: Resep Rahasia di Balik Kesuksesan Kaum Kaya(www.AsetInternet.com), Anda bisa mempelajari semuanya secara lengkap.

5. Ubah Kebiasaan Lama

Luangkanlah waktu untuk mencari tahu apa sebenarnya yang memicu pengeluaran Anda. Ketika Anda depresi, stres, sedih, senang, atau apapun itu, apakah Anda mengeluarkan uang lebih banyak? Ketika Anda telah mengetahui apa pemicunya, maka Anda bisa belajar mengendalikannya. Contohnya, jika Anda baru di PHK dari pekerjaan, meski dana yang Anda miliki sedikit, mungkin Anda punya “kebutuhan” yang kuat untuk mengeluarkan uang. Kemudian, mungkin Anda memperhatikan bahwa ketika Anda bosan, Anda akan pergi berbelanja. Nah, dengan mengetahui apa penyebabnya, maka Anda bisa mengganti cara Anda mengatasi kebosanan, rasa sedih, atau pemicu lainnya. Carilah cara lain yang lebih bermanfaat.

6. Hindari Godaan 

Jika Anda punya suatu kelemahan, menjauhlah. Misalnya jika Anda mudah tergoda ketika melihat sepatu, maka jangan berhenti di toko sepatu ketika dalam perjalanan. Menghindari godaan memang sulit, tapi menabung uang juga penting. Ketika Anda ingin memenuhi dorongan dari godaan tadi, Anda bisa menggunakan dana khusus yang telah Anda simpan untuk kepentingan kesenangan Anda (tips nomor 3).

7. Waktu yang Tepat untuk Berbelanja

Penelitian telah membuktikan bahwa ketika Anda berbelanja di saat Anda lapar, depresi, sedih, dan lelah, maka Anda akan mengeluarkan lebih banyak uang. Sebelum Anda pergi berbelanja, makanlah sesuatu supaya nanti tidak lapar ketika Anda berkeliling mal atau pasar. Jika Anda sedang sebal atau sedih, tenangkan diri dahulu sebelum Anda bergi berbelanja. Mungkin kedengarannya lucu, tapi dengan pikiran yang bersih, maka kegiatan berbelanja Anda juga akan menjadi lebih efektif :)

8. Buat Kado Anda Sendiri 

Ketika ada teman atau keluarga yang berulang tahun, coba buat hadiah atau kado Anda sendiri. Hadiah yang dibuat oleh tangan sendiri datangnya dari hati..hehe. Contohnya misalnya saja ketika Anda sedang dimabuk asmara; kalau Anda pandai menyanyi dan membuat lagu, maka Anda bisa membuat lagu tentang orang yang Anda sayangi itu, menyanyikannya sendiri, dan merekamnya dalam CD untuk Anda hadiahkan. Tapi, pastikan suara Anda memang benar-benar bagus :) Atau bisa juga Anda membuatkan album foto sendiri. Kemungkinannya banyak, Anda hanya perlu sedikit kreativitas.

9. Iri dan Saingan itu Tidak Perlu 

Anda tak perlu bersaing dengan siapapun. Persaingan memang bagian dari hidup, namun ada ada yang dinamakan persaingan sehat dan tidak sehat. Apa yang di maksud di sini adalahpersaingan tidak sehat, yaitu misalnya jika tetangga Anda membeli mobil mewah baru, maka Anda tak perlu iri dan bersaing dengan membeli mobil yang lebih bagus, padahal Anda belum mampu membelinya. Bersyukur dan berbanggalah akan apa yang telah Anda miliki.

Kalau ada tetangga Anda yang membeli mobil mewah baru, lakukanlah seperti apa yang P.T Barnum katakan yang tercantum dalam eBook saya, Aturan-Aturan Emas Menuju Sukses Finansial (www.targetpositif.com): Anda hanya perlu melakukan apa yang dia lakukan, tapi Anda tak bisa membuat orang lain percaya bahwa Anda sekaya dia. 

Sikap iri adalah sikap menuju kemiskinan hati maupun harta, dan Anda tak bisa menjadi kaya dengan menempuh jalan menuju kemiskinan.


10. Hati-Hati dengan Pujian

jika Anda sedang berbelanja lalu mencoba pakaian yang akan Anda beli, maka sering kali Anda akan mendengar pujian dari si penjual. Jangan langsung membeli ketika ia mengatakan baju itu bagus dan cocok bagi Anda. Saya tidak mengatakan bahwa semua penjual baju itu bohong, lho....tapi Anda perlu tahu apa sebenarnya keinginan Anda. Anda juga perlu tahu berapa harga yang bisa Anda bayar. Taatlah pada peraturan Anda sendiri, bukan si penjual baju atau orang lain.

11. Cek Barang yang Akan Anda Buang

Suatu ketika, ada seorang ibu yang menyuruh anak perempuannya membersihkan kamar. Karena penurut, anaknya lalu mengambil tas plastik besar, dan mengisinya dengan barang-barang yang tidak ia perlukan. Karena penasaran, sang ibu kemudian memeriksa apa saja yang ada di dalam kantung itu. Ia lalu terkejut karena menemukan bingkai foto, roll rambut, baju yang masih pantas pakai, dan barang-barang bagus lainnya. Sang anak ternyata tidak menyadari bahwa hal yang menurutnya tidak berguna, adalah berguna bagi orang lain.Setelah berbicara pada putrinya, sang ibu kemudian menyumbangkan pakaian pantas pakai putrinya ke sebuah panti asuhan, dan menggunakan barang lain yang memang masih bisa digunakan.

12. Jangan Abaikan Produk Bagus

Kepercayaan yang salah dalam menabung adalah, Anda harus membeli barang yang murah dengan kualitas rendah agar bisa berhemat. Itu salah. Barang yang murah dan berkualitas rendah justru akan menguras kantong Anda. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa mengikuti saran David J. Schwartz, pengarang buku best-seller ”The magic of Thinking Big”: bayarlah dua kali lebih banyak dan belilah setengahnya.

Misalnya saja, Anda biasa membeli dua pasang sepatu seharga Rp 100.000,00 karena ingin berhemat. Sebagai gantinya, Anda bisa membeli satu pasang sepatu seharga Rp 200.000,00 dengan kualitas yang lebih baik

sumber

Mengenal Diri: Inilah Salah Satu Rahasia Pengembangan Diri

 Sejauh mana Anda mengenal diri Anda? Bila Anda tidak begitu mengenal siapa Anda- Anda tidak perlu risau. Banyak seperti Anda bahkan ada yang gelisah sekalipun mereka sudah merasa mengetahui dirinya. Ada yang merasa takut kalau mereka salah memahami dan mengukur nilai diri mereka. 
Mengenal diri adalah salah satu kunci rahasia untuk pengembangan diri. Para ahli selalu menganjurkannya. Immanuel Kant misalnya, pernah mengajukan beberapa pertanyaan, "Siapakah saya? Apa yang seharusnya saya ketahui? Apa yang seharusnya saya kerjakan? Dan apa harapan saya?" Ia merangkum pertanyaan-pertanyaan yang sangat fundamental bagi Anda dan saya, pertanyaan-pertanyaan yang Anda dan saya harus tanya dan jawab juga.
Namun, Agustinus, yang hidup pada abad ke empat, memberikan pernyataan yang lebih ringkas. Ia mengatakan, "Saya hanya perlu mengenal dua hal: jiwa saya dan Allah." Agustinus seperti mengabaikan pengetahuan akan alam. Seolah-olah ia mengatakan bahwa mengetahui alam bukanlah prioritas utama bagi manusia, tetapi mengenal Allah dan mengenal diri- itulah yang terpenting.
Saya mengaminkan pandangan Agustinus. Mengenal Allah dan diri kita- inilah kunci rahasia untuk pengembangan diri kita yang sejati. Tidak cukup kita hanya mengenal siapa diri kita, apa yang harus kita ketahui, apa yang harus kita kerjakan, dan apa harapan kita. Pengenalan diri harus dipadu dengan pengenalan akan Allah. Namun, hanya dengan mengenal Allah, Anda dan saya dapat mengenal diri kita yang sesungguhnya.

sumber

Bagaimana Cara Menjadi Pengusaha?

By Sandiaga S. Uno
Akhir-akhir ini kecenderungan untuk menjadi pengusaha terasa meningkat ditandai dengan adanya berbagai pelatihan dan munculnya berbagai lembaga yang menyediakan diri untuk mendorong dan melatih seseorang menjadi pengusaha.
Hal ini merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan. Semakin banyak pengusaha, maka semakin banyak lapangan kerja yang tersedia dan semakin banyak pengangguran yang bisa diserap. Saat ini pengangguran di Indonesia telah mencapai angka 11 juta. Jika kita asumsikan setiap usaha merekrut setidaknya 2 pegawai, maka jika tumbuh 1 juta pengusaha, akan tersedia 2 juta lapangan kerja. Dengan adanya pengusaha, pemerintah akan terbantu untuk menyediakan lapangan kerja. Kita tahu bahwa pemerintah juga memiliki keterbatasan. Munculnya pengusaha akan sangat membantu pemerintah.
Dengan tersedianya lapangan kerja, maka daya beli masyarakat akan meningkat dan pada akhirnya mengurangi angka kemiskinan. Saat ini kita masih memiliki 40 juta rakyat miskin, sebuah jumlah yang sangat besar. Jika 1 pekerja menghidupi 1 istri dan 1 anak, maka setidaknya 3 juta orang tertolong dengan hadirnya 1 pengusaha. Oleh karena itu, jumlah pengusaha harus ditingkatkan lagi agar semakin banyak orang tertolong.
Pada sisi lain, pengusaha juga merupakan penyumbang pajak bagi pemerintah. Sebagaimana diketahui, APBN kita 70 % lebih dibiayai oleh pajak. Jika jumlah pengusaha semakin banyak maka, jumlah penerimaan negara akan makin meningkat dan lebih banyak yang bisa dilakukan pemerintah untuk masyarakatnya.
Bagi pengusaha sendiri, seperti yang saya rasakan, lebih banyak yang bisa saya raih daripada saat dulu masih menjadi karyawan. Tulisan ini akan membantu para pembaca yang ingin mengetahui bagaimana caranya menjadi pengusaha.
Pertama yang harus dilakukan adalah mengatasi rasa takut menjadi pengusaha. Umumnya orang enggan menjadi pengusaha karena takut akan bankrut, takut tertipu dan lain-lain. Intinya takut akan resiko yang akan dihadapi. Padahal sebenarnya, apapun yang kita lakukan pada dasarnya beresiko. Sebagai contoh: kita menyeberang jalan, tentu ada resiko tertabrak. Sebagai orang yang dikaruniai akal, tentu kita tidak akan menyeberang sembarangan. Begitu pula dengan menjadi pengusaha, resiko bisa kita minimalkan dengan manajemen yang baik. Jika kita tidak sanggup menanggung resiko besar, kita bisa memilih resiko yang lebih kecil. Dan memang lebih baik memulai dari sesuatu yang kecil
Yang kedua adalah mengenai modal. Banyak orang batal menjadi pengusaha karena tidak memiliki modal. Sesungguhnya modal itu penting tapi bukan yang utama. Yang utama adalah ide. Uang berapapun tidak akan menghasilkan keuntungan jika tidak memiliki ide. Saya bisa memberikan kepada Anda uang 1 milyar hari ini, tetapi jika Anda tidak punya ide usaha, maka uang itu akan habis pelan atau cepat. Sebaliknya jika seseorang memiliki ide, maka uang akan datang dengan sendirinya. Banyak pengusaha yang memulai tanpa modal sama-sekali, dan pada akhirnya perbankan berebut menawarkan modal kepadanya.
Untuk memulai usaha, sekali lagi bukan modal uang yang dibutuhkan. Pilihlah usaha yang tidak membutuhkan uang untuk memulainya. Kita bisa belajar dari para pedagang yang menjual cash tetapi membeli dengan bayar di belakang. Jadi tidak ada modal uang. Jika memang membutuhkan uang, sementara Anda tidak memiliki uang, pakailah uang orang lain. Cukup sederhana. Masalahnya tinggal bagaimana Anda menggunakan ‘modal’ yang diberikan Tuhan, tubuh dan akal Anda untuk memakai uang orang lain.
Modal yang kedua adalah keberanian. Mulai dari sekarang, beranikan diri Anda untuk bermimpi. Mungkin ini agak aneh, tetapi dunia sudah membuktikan bahwa banyak penemuan ilmiah berdasarkan mimpi dan khayalan. Mobil-mobil sekarang ini berasal dari khayalan masa kecil. Ketika mimpi dan khayalan terwujud, kesuksesan sudah menanti di depan mata.
Selanjutnya, beranilah berbeda. Ditengah pasar yang kompetitif, menjadi beda adalah hal yang penting. Jika Anda membuat sesuatu yang sama dengan kompetitor Anda, maka produk atau jasa Anda peluangnya berbagi dengan kompetitor Anda. Sesuatu yang berbeda adalah nilai tambah. Dengan berbeda, keuntungan akan lebih besar. Lihatlah sekeliling, apa yang menjadi masalah atau kebutuhan di sekitar Anda. Dengan demikian Anda akan memahami pasar sebelum meluncurkan produk atau jasa.
Jika Anda sulit menemukan sebuah bisnis yang benar-benar baru, tidak perlu kecil hati karena Anda bisa memilih bisnis yang masih memiliki prospek pertumbuhan di masa mendatang. Salah satunya adalah bisnis di sektor telekomunikasi. Anda tidak perlu berpikir untuk mendirikan operator baru karena memang bukan itu ‘mainan’ yang tepat untuk pemula, namun lihatlah rantai bisnis telekomunikasi dari hulu sampai hilir. Lihat juga bisnis yang terkait dengan sektor telekomunikasi ini, karena sesungguhnya mata rantai bisnis ini sangat panjang.
Selanjutnya siapkan keberanian untuk memulai. Makin cepat akan makin baik. Ibarat antrian, yang lebih dulu akan mendapatkan kesempatan lebih dulu. Buanglah keraguan Anda, karena jika Anda selalu ragu-ragu, maka Anda tidak akan pernah memulai, dan Anda tidak tahu apakah Anda akan berhasil atau gagal. Jika tidak pernah memulai, maka Anda tidak bisa belajar bagaimana menghindari kegagalan dan Anda juga sekaligus tidak pernah mengalami kesuksesan. Anda hanya akan terus berpikir, tanpa pernah mencoba untuk melakukan yang Anda pikirkan. Seorang senior kami di HIPMI, Saudara Purdie E. Chandra yang memiliki Entrepreneur College memiliki sebuah metode memulai yang sederhana. Kita tidak usah berpikir macam-macam, kita lakukan saja semudah kita buang air di WC. Kita tidak pernah memikirkan bagaimana cara memasuki WC, kita juga tidak pernah memikirkan bagaimana cara buang air, apakah dengan ritme atau tidak. Begitu saja terjadi dan selesai. Kita sukses buang air. Kita tidak pernah memikirkan apakah kita akan gagal dalam buang air, kan? Jika kita gagal buang air, kita tinggal makan pepaya. Gitu aja koq repot?
Kalaupun ditengah perjalanan ada kegagalan, itu merupakan hal yang sangat biasa. Dengan demikian kita memiliki pengalaman, anggap saja hal itu merupakan biaya sekolah. Lebih baik kita gagal di awal daripada gagal di akhir. Pendiri dan pemilik KFC, telah gagal 19 kali untuk meyakinkan bahwa ayam gorengnya enak dan laku sebelum akhirnya menemui jalan suksesnya. Begitu juga Puspo Wardoyo gagal di tempat asalnya dan memulai usaha Ayam Bakar Wong Solo di Medan.
Jika kita belum memiliki pengalaman saat memulai usaha, merupakan sesuatu yang wajar. Pengalaman akan didapatkan seiring perjalanan usaha. Tidak ada seseorang yang tiba-tiba ahli dalam bidang apapun, semuanya melalui proses belajar. Sayangnya menjadi pengusaha tidak ada sekolahnya, sehingga trial and error menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan. Jika Anda lulus maka kesuksesan yang Anda raih, jika belum maka kesuksesan Anda akan tertunda. Kesuksesan seorang pengusaha ditentukan oleh berapa kali ia lebih banyak bangun dari kegagalan.
Jika sampai disini, masih ada keraguan untuk memulai usaha, saya khawatir Anda belum memiliki mindset seorang pengusaha. Mindset adalah pola pikir. Seorang pengusaha melihat kendala sebagai peluang. Ketika orang-orang perkotaan memiliki budaya malas dan memiliki waktu terbatas untuk mencuci, seorang pengusaha mendirikan usaha laundry. Dengan mindset ini, seorang pengusaha bisa struggle dan survive. Mulai dari sekarang rubahlah mindset Anda. Jika mindset ini sudah terbangun, maka Anda akan memiliki banyak akal, berpikir tidak linier dan mampu mengatasi segala masalah.
Ada pameo, lebih baik menjadi kepala semut daripada ekor gajah. Dengan menjadi pengusaha, kita menjadi kepala, bukan ekor. Apakah kemudian badan kita besar atau kecil, tentu tergantung bagaimana kita mengelola usaha kita. Dengan makin majunya ilmu managemen, makin mudah mengelola manajemen perusahaan. Jadi beranikan diri Anda menjadi kepala.

sumber

Kasus ekonomi koperasi 7

Awas Aksi Penipuan Pada Pengurus Koperasi


Bagi pengurus koperasi nampaknya saat ini harus waspada terhadap aksi kawanan penipu. Modusnya terkait dengan dana dari pemerintah seperti LPDB. Aksi penipuan ini ditengarai marak di Riau seperti dilansir Portal Berita Riau. Dan bukan tidak mungkin aksi ini juga akan merebak keberbagai daerah. Mengingat banyak program dengan kucuran dana dari pemerintah pada koperasi
Modusnya, kawanan penipu tersebut berdalih untuk mencairkan dana hibah. Kemudian untuk memudahkan pencairannya, para pengurus koperasi tersebut diminta mentransfer uang administrasi. Hal tersebut telah ditengarai oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah. Dalam hal ini Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Riau, Raja Indra Bangsawan menyatakan pihaknya banyak menerima pengaduan dari pengurus koperasi yang katanya akan menerima dana hibah Rp350juta.
Terkait dengan merebaknya kasus tersebut Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Riau, Raja Indra Bangsawan mengingatkan seluruh pengurus koperasi di Riau untuk mewaspadai. Karena belakangan pihaknya menerima banyak pengaduan adanya selebaran dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementrian Koperasi dan UKM yang menyatakan koperasi bersangkutan menerima dana hibah Rp 350 juta.
“Saya kaget waktu dia Yusni datang dan minta uang hibah pada saya. Katanya ia telah mentransfer uang Rp27juta kepada pihak LPDB dan disarankan untuk menemui saya dalam rangka pencairan dana hibah sebesar Rp350juta,” tutur Raja Indra Bangsawan.
Setelah Yusni maksud kedatangannya, Indra langsung memahami kalau Ketua KUD tersebut telah menjadi korban penipuan. Sebab, beberapa waktu terakhir juga ada beberapa pengurus koperasi yang mengkonfirmasi adanya edaran dari LPDB. “Saya sampaikan kepada pengurus koperasi yang menelpon, bahwa tidak ada dana hibah seperti yang dijanjikan,” tuturnya.
Karena itu, Indra menghimbau kepada seluruh pengurus koperasi di Riau untuk lebih waspada terhadap upaya-upaya penipuan yang menjadikan pengurus koperasi sebagai korban. Kasus seperti ini, menurut Indra juga terjadi di provinsi selain Riau. Untuk itu waspadalah, jangan mudah percaya dan tergiur dengan berbagai iming-iming. Patikan lebih dulu informasi yang didapan dengan melakukan konfirmasi pada pihak atau instansi yang memang berwenang.
sumber

Kasus ekonomi koperasi 6

Ikut MLM Koperasi DSN untuk Tambah Income, Eh Malah Ketipu

Yogyakarta - Diperkirakan ada 14 ribu orang yang kepincut mengikuti bisnis mirip multi level marketing (MLM) ala Koperasi Dharma Sejahtera Niaga (DSN). Mereka tertarik karena DSN mengiming-imingi hadiah dan bonus. Inginnya menambah pendapatan, eh... mereka malah tertipu. Nuniek, salah seorang korban yang berasal dari Piyungan, Bantul mengaku sudah satu tahun lebih mengikuti program Koperasi DSN ini. Agar pendapatan yang diterimanya lebih joss, Nuniek membeli saham 4 paket. Saham per paket seharga Rp 900.000. Karena membeli 4 paket, Nuniek harus menggelontorkan uang Rp 3,6 juta ke koperasi DSN. "Saya ikut bisnis ini untuk menambah penghasilan. Tiap bulan bisa belanja gratis," kata Nuniek, yang sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga ini, saat ditemui detikcom, Rabu (6/9/2006) di markas Koperasi DSN, Jl. Monjali, Yogyakarta. Memang, Nuniek telah mendapatkan iming-iming yang dijanjikan Koperasi DSN. Setiap bulan, dia mendapat bonus dan voucher belanja sembako di koperasi tersebut. Dia juga mendapatkan SHU. Bila dihitung-hitung, Nuniek memang sudah untung, tidak merugi. Namun, Nuniek tetap menyesal mengikuti kegiatan ini. Sebab, dia memiliki 15 anggota (downline) yang belum mendapatkan iming-iming yang dijanjikan Koperasi DSN. Nuniek merasa bertanggung jawab secara moral untuk memperjuangkan 15 anggotanya yang sekarang dirugikan akibat mengikuti bisnis ini. Awalnya, Nuniek memang tidak mencurigai bahwa MLM koperasi DSN ini penipuan. Tapi, dengan keuangan koperasi DSN yang seret ini, Nuniek merasa was-was juga. Apalagi, selama ini, Nuniek juga merasa bahwa barang-barang sembako yang dijual di koperasi itu lebih mahal dari toko-toko lainnya. Setiap bulan, Nuniek memang mendapatkan voucher Rp 100 ribu untuk berbelanja sembako di koperasi tersebut. "Bila dibandingkan dengan harga di luar koperasi, sangat mahal. Mungkin barang seharga Rp 100 ribu di DSN bisa dibeli dengan harga Rp 30 ribu di luar koperasi," aku Nuniek. Dengan macetnya pembayaran bonus dan keuntungan dari Koperasi DSN, Nuniek meminta agar pemilik koperasi segera mengembalikan uang yang telah dibayarkan para anggotanya itu. Nuniek juga meminta pemilik koperasi, Unsy Nuryati, diusut tuntas oleh polisi. Saat detikcom mendatangi markas Koperasi DSN, tampak sekitar 25 nasabah yang 'berjaga-jaga'. Wajah mereka tampak memendam amarah, karena uang mereka yang diinvestasikan di koperasi itu terancam hilang. Seorang bapak berumur sekitar 40 tahun sangat menyesal mengikuti program ini. Dia mengaku telah merekrut 80 anggota untuk menjadi anggota koperasi. Dan salah satu anggotanya itu sampai-sampai membeli 33 paket saham. "Saya mau tidak mau harus memperjuangkan agar uang mereka kembali," ujar dia. 

sumber

Kasus ekonomi koperasi 5

Tiga Tersangka Kasus Koperasi Pamekasan Segera Disidang

Merdeka.com - Tiga orang tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi di KUD Dharma Bhakti, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) setempat.
"Berkas ketiga tersangka itu telah dilimpahkan tim penyidik Kejari ke PN Pamekasan pada 25 November lalu," kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pamekasan, Samiaji Zakariya, kepada wartawan, Senin.
Ia menjelaskan, ketiga tersangka kasus dugaan korupsi dana KUD Dharma Bhakti tersebut, masing-masing mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Abdus Ra`i, Kabag Pengadaan Pangan KUD Dharma Bhakti, Wahyu Hadi, dan Haji Ahmad dari unsur rekanan.
Menurut Samiaji, ketiga tersangka itu telah menjalani masa penahanan sejak 27 Oktober 2010 di lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Pamekasan.
Kerugian negara yang ditimbulkan dari perbuatan ketiganya sebesar Rp470 juta dari total dana pengadaan gabah yang bersumber dari APBD Pamekasan tahun 2006 sebesar Rp850 juta.
Sesuai berkas yang disampaikan penyidik, ketiga tersangka itu dijerat dengan Pasal 2, 3 dan Pasal 8 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Kasus dugaan penyimpangan di KUD Dharma Bhakti, Pademawu, Pamekasan yang bersumber dari dana APBD 2006 itu terungkap, berkat informasi masyarakat.
Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pengadaan Pangan Komoditas Beras yang bersumber dari pos anggaran usaha kecil menengah yang ditangani Dinas Koperasi (Diskop) harus melalui koperasi.
Dinas Koperasi Pamekasan kemudian menunjuk KUD Dharma Bhakti Pademawu sebagai mitra.
Namun dalam pelaksanaannya, KUD Dharma Bhakti tidak dilibatkan dan hanya dijadikan sebagai lembaga penerima dana saja. Sedangkan pengadaannya dilakukan oleh oknum PNS yang mendapat mandat khusus sebagai Kepala Bagian Pangan di KUD itu dan bermitra dengan Direktur UD Sumber Agung.
Temuan kasus di Dinas Koperasi dan UKM Pemkab Pamekasan ini hanyalah salah satu kasus dari sekian kasus yang terjadi di instansi tersebut.
Hasil pemeriksaan atas laporan keuangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jawa Timur terhadap Pemkab Pamekasan pada APBD 2008 tertanggal 15 Mei 2009 lalu menyebutkan, sebanyak Rp150 juta dari total dana bergulir koperasi sebesar Rp475 juta, disalahgunakan dan sampai saat ini belum diusut secara tuntas oleh pihak berwenang. (antara/roc)

sumber

Kasus ekonomi koperasi 3

Kasus Koperasi SS

Antardeposan Berselisih Pendapat

SEMARANG - Rencana pembagian dana Rp 8 miliar oleh Tim Mediasi Penyelesaian Masalah Koperasi Sembilan Sejati (TMPM KSS) pada 25, 26, 27 Januari mendatang, mendapat respons beragam dari para deposan. Sebagian deposan menyambut baik rencana tersebut, namun sebagian lain, terutama deposan yang melaporkan kasus ke Polda Jateng berpendapat sebaliknya.
Kuasa hukum pelapor kasus Koperasi Sembilan Sejati (SS) dalam keterangannya kemarin mengemukakan, pembagian itu akan membahayakan posisi status hukum para deposan yang menerimanya. Sebab, delik pelaporan terhadap pengurus Koperasi SS ke Polda adalah delik perbankan, pencucian uang, dan perlindungan konsumen.
Apabila semua unsur delik dari perbankan telah terpenuhi, semua harta benda milik KSS yang merupakan hasil penyimpangan merupakan bukti tindak pidana. Dengan demikian, deposan yang menerima aliran dana itu bisa terkena tuntutan pidana berkaitan dengan delik pencucian uang.
Menurut dia, hal ini sesuai dengan Pasal 6 ayat (1) UU No 25/2003 mengenai perubahan UU No 15/2002 tentang Pidana Pencucian Uang yang menyebutkan, setiap orang yang telah menerima atau menguasai aliran dana tersebut akan dikenai pidana penjara minimal 5 tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda sedikitnya Rp 100 juta dan paling banyak Rp 15 miliar.
Di sisi lain, jika sebagian uang diterima deposan, masalah akan beralih ke ruang lingkup keperdataan dan mengarah pada utang-piutang. "Menyikapi perkembangan kasus KSS, perlu kehati-hatian. Menurut pendapat kami, dana yang telah dihimpun TMPM KSS dikonsinyasikan di pengadilan atau penyidik untuk mendapat pengamanan lebih lanjut. Proses penanganan selanjutnya, menunggu hasil proses hukum di pengadilan," ujar Dani.
Sementara Sekretaris TMPM KSS Issamsudin mengatakan, keinginan deposan memang beragam. Karena itu, perkembangan yang berubah-ubah dia nilai sebagai hal wajar.
Dia juga mengatakan, karena tim mediasi yang terdiri atas unsur pemerintah, pengurus koperasi, anggota koperasi, dan deposan ini dibentuk untuk membantu pengembalian uang yang merupakan keinginan deposan sendiri, pihaknya akan terus berupaya mewujudkannya.
"Kalau pengurus belum bisa mengembalikan 100%, ya dilakukan secara bertahap. Tahapan-tahapan itu pun sudah dirumuskan. Pembagian dilakukan dengan sistem persentase. Jadi, tim hanya merealisasikan keinginan deposan. Mengenai proses hukum di Polda, itu kewenangan Polda," ucapnya. (yas-41m)

sumber